Manajemen Resiko ( Phisik )

Posted: January 29, 2013 in Uncategorized

A.    Pengendalian Resiko ( Risk Control )

1.      Menghindari resiko

–          Menolak memiliki, menerima, atau melaksanakan kegiatan itu walaupun hanya tuk sementara

–          Mnyerahkan kembali resiko yg terlanjur diterima, atau sgera menghentikan kegiatan begitu kemudian diketahui mengandung resiko

2.      Mengendalikan kerugian

–          Memindahkan kans tuk terjadinya kerugian

–          Mengurangi keparahan jika kerugiaan itu memang terjadi

3.      Pemisahan

–          Mengurangi jumlah kerugian utk satu peristiwa

–          Dg menambah bnyaknya independent exposure unit maka probabilitas kerugian diperkecil

–          Menyebarkan harta yg menghadapi resiko yg sama, menggantikan penempatan salam satu lokasi

4.      Kombinasi

–          Salah satu caranya adalah dg perkembangan internal ( memperbanyak unit, merger dg perusahaan lain)

–          Menambah bnyaknya exposure unit dalam batas kendali perusahaan yg bersangkutan dg tujuan agar kerugian yg akan dialami lebih dapat diramalkan.

5.      Pemindahan Resiko

–          Resiko itu sendiri yg dipindahkan.

B.     Strategi pengendalian kerugiaan

–          Mencegah lahirnya hazard pd kesempatan pertama

–          Mengurangi jumlah atau besarnya hazard

–          Mencegah keluarnya hazard jika hazard terbentuk

–          Mengubah kecepatan atau kekuatan hazard dari sumbernya

–          Memisahkan dri objek yg dapat dihancurkannya

–          Memisahkan hazard dari suatu objek yg harus dilindungi dari suatu sekat pemisah

–          Menstabilkan, mereparasi, merehabilitasi objek yg kena musibah

–          Menjadikan objek lebih tahan dari hazard yg akan merusaknya

–          Mengubah kualitas dasar yg relevan dari hazard

–          Mulai melakukan tidakan kontra utk melawan hazard

C.    Pembiayaan Resiko ( Risk Financing ):

Cara2x pembelanjaan resiko dengan maksud untuk meminimalkan kerugian

1.      Risk Financing Transfer (memindahkan resiko ddisertai dengan pembayaran)

–          Transfer resiko kpd perusahaan asuransi

–           –‘’ ke bukan pershaan asuranis

2.      Risk Retention (resiko ditangani sendiri oleh perusahaan yang bersangkutan)

a.       Sumber dananya diusahakan sendiri oleh perusahaan

b.      Bersifat pasif dan tidak direncanakan

c.       Bersifat aktif dan direncanakan

 

D.    Alasan perusahaan melakukan retention:

1.      Keharusahan karena tidak ada alternatif lain

Keharusahan krna tidak mungkin utk memindahkan resiko tsb

Ex: tidak ada perusahaan asuransi yg mau menanggung resiko tsb, premi tinggi krna probabilitas kerugiaan yg tinggi

2.      Biaya

Lebih murah menanggung resiko sndiri krna premi tinggi

3.      Kerugian-harapan

jk pewrushaan percaya bhwa kerugian-harapan yg diitungnya lebih rendah dari perkiraan pihak asuransi, maka perusahaan dalam jangka panjang dapat menghemat pengeluaran sebesar selisih kedua perhitungan tsb. Kalo pun perhitungan sama tetep pilih retention

4.      Opportunity cost

Menyangkut timing pembayaran premium dibandingkan dg pengeluaran utk kerugian.

5.      Kualitas lingkungan

Sebagaian perusahaan percaya bahwa servis yg disediakan oleh penanggung (asuransi) bisa dilaksanakan lebih baik oleh perusahaan itu atau oleh suatu biro jasa.

6.      Pajak

Menyangkut pajak oleh pemerintah. Bisa mnyebabkan retention kurang menarik

 

E.     Cara penyediaan dana utk retention:

1.      Tidak ada penyediaan sebelumnya

Jika terjadi resiko maka kerugian ditutup dg dana kebetulan yg tersedia atau dibebankan kpda penghasilan tahun yg bersangkutan.

2.      Membentuk dana cadangan

Dana yg disihkan setiap tahun utk menutup resiko sejumlah kerugian yg diperkirakan

3.      Asuransi sendiri

Perusahaan membentuk self isurer dalam organisasi nya sendiri, dn scara berkala perusahaan menyetor ke self-insurer ini.

 

F.     Faktor2x yg mendorong retention:

1.      Biaya lebih rendah daripada yg dibebankan oleh pihak perusahaan asuransi

2.      Kerugian harapan lebih rendah dari perkiraan asuransi

3.      Unit yg menghadapi resiko banyak, shingga resiko akan menjadi lbih rendah krna perusahaan itu akan sanggup memperkirakan probabilitas kerugiaanya dg akurat

4.      Peluang yg kuat bagi investasi yg mengakibatkn opportunity cost yg besar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. PENGERTIAN KERUGIAN FISIK

Kerugian fisik merupakan keruguan yang terjadi atas harta yang dimiliki. Kerugian fisik dibagi atas dua macam. Yakni kerugian fisik secara langsung maupun tidak langsung.

  1. Kerugian langsung
  2. Kerugian tak langsung

 

  1. SEBAB – SEBAB KERUGIAN FISIK

Kerugian fisik dapat terjadi karena hal-hal berikut :

  • Kebakaran
  • Pencurian
  • Peledakan
  • Bencana alam

 

  1. KEPENTINGAN TERHADAP HARTA

Menurut definisi resmi, harta merupakan sejumlah hak yang bisa mengalir dari atau bagian asset yang berwujud, tetapi memiliki nilai-nilai ekonomi tertentu.

 

  1. METODE PENILAIAN KERUGIAN LANGSUNG PEMILIK HARTA
    1. Harga perolehan
    2. Harga perolehan dikurangi depresiasi
    3. Nilai pasaran
    4. Nilai pasar penetapan pajak
    5. The economic or use value
    6. Reproduction cost
    7. Replacement cost new
    8. Dikurangi depresiasi dan keusangan.

 

  1. RESIKO

Resiko adalah ketidaktentuan atau uncertainty yang mungkin melahirkan kerugian (loss). Unsure ketidaktentuan bisa mendatangkan kerugian asuransi. Spesifikasi resiko adalah sebagai berikut:

1.       berbagai cara

2.       kejadian yang merugikan

3.       kemungkinan hasil.

 

 

Alat ukur resiko :

 

A. Deviasi standar

B. Probabilitas

 

Resiko muncul karena kondisi ketidakpastian. Tingkat ketidakpastian :

a.       tidak ada (pasti) = hasilnya bisa diprediksi : hukum alam dll.

b.       ketidakpastian objektif = hasil bisa diidentifikasi dan probabilita diketahui : dadu, kartu dll

c.       ketidakpastian subjektif = hasil bisa diidentifikasi, tapi probabilita tidak diketahui : kebakaran,

kecelakaan dll

d.       sangat tidak pasti  =   hasil tidak bisa diidentifikasi, probabilita tidak diketahui : eksplorasi luar

angkasa dll.

Fluktuasi harga meningkatkan ketidakpastian, resiko cenderung meningkat. Faktor pendorong fluktuasi :

      Globalisasi dunia : kejadian di suatu negara mempengaruhi negara lain.

      Liberalisasi dunia : membuka pasar domestik terhadap asing efeknya sama dengan globalisasi

      Info makin cepat (teknologi) : reaksi pasar makin cepat.

Tipe resiko : (1)resiko murni/spekulasi, (2)resiko dinamis/statis, (3)resiko subjektif/objektif.

      Resiko murni : kemungkinan rugi ada, kemungkinan untung tidak ada = kecelakaan, kebakaran, banjir dll. Resiko spekulatif : ada kemungkinan rugi/untung = usaha bisnis (resiko bisnis).

Po  =  Di / (bm – g)

Po : harga saham saat ini

Di : deviden th depan

bm : persen biaya modal sendiri

g : persen pertumbuhan laba setelah deviden

      Resiko statis : ada resiko padahal di posisi stabil/seimbang/tetap. Contoh = tersambar petir. Resiko dinamis : dari perubahan kondisi = teknologi berubah, dll

      Resiko objektif : didasarkan observasi parameter = deviasi standar, IRR. Resiko subjektif : persepsi kondisi mental/gaya yang menimbulkan resiko = konservatif/radikal, agresif/pasif dll.

 

 

Manajemen resiko bertujuan mengelola resiko sehingga memperoleh hasil yang paling optimal. Proses manajemen resiko :

      Identifikasi : resiko apa saja yang dihadapi

      Evaluasi/pengukuran : guna memahami karakter resiko. Teknik mengukur dengan : Probabilitas   = membuat prioritasi. Matrik = sumbu datar (probabilitas), sumbu tegak (signifikan/severity).

      Perubahan/penyimpangan harga :

a)Durasi = pengukuran waktu untuk resiko spekulasi

b)VAR = value at risk untuk resiko pasar/saingan

c)COSO = self assestment untuk resiko operasional

Pengelolaan resiko dengan cara :

         penghindaran = cara termudah/aman tetapi tidak optimal, bisa melenyapkan kemungkinan mendapat profit

         retensi/ditahan = memutuskan menanggung resiko sendiri

         diversifikasi = jika rugi di satu asset dikompensasi ke asset lain (don’t put eggs in one basket)

         transfer resiko = diasuransikan

         pengendalian resiko = alarm tanda bahaya

         pendanaan resiko = membayar/ menanggung kerugian.

Pandangan lama mengganggap ada hubungan positif antara resiko dan tingkat laba. Makin tinggi resiko, laba makin besar. Pandangan baru : hubungan resiko & laba non-linear. Manajemen Resiko Perusahaan = pengelolaan resiko oleh organisasi secara komprehensif untuk meningkatkan nilai perusahaan. Dua elemen dasar manajemen resiko :

a.       Infrastruktur (prasarana lunak = nonfisik & keras = fisik)

b.       Proses manajemen resiko.

Prasarana lunak : (1)budaya sadar resiko (2)dukungan manajer. Prasarana keras : ruangan kantor, komputer, mesin dll. Proses manajemen resiko :

 

1)      Perencanaan = menetapkan visi misi dan tujuan resiko

2)      Pelaksanaan = manajer resiko cenderung bertentangan dengan manajer lini. Lini ingin berjalan cepat tanpa memikirkan resiko

3)      Pengendalian = evaluasi periodik pelaksanaan manajemen resiko, laporan sebagai output, dan ada umpan balik.

Manajemen resiko yang baik menjamin good corporate governance, disclosure, dan transparansi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s